166 Sekolah Rakyat Diresmikan Presiden Prabowo, Tampung Hampir 16 Ribu Siswa di 34 Provinsi

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan menampung 15.954 siswa sebagai bagian komitmen pendidikan nasional.

Nasional1617 Dilihat

AKURATMEDIA.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Indonesia dalam sebuah agenda nasional yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Program Sekolah Rakyat di Indonesia ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan secara inklusif dan berkeadilan.

Sejak awal acara, suasana peresmian Sekolah Rakyat berlangsung khidmat dan penuh semangat setelah seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Presiden Prabowo tampak menyaksikan langsung barisan siswa Sekolah Rakyat yang menampilkan formasi baris-berbaris tertata rapi, mencerminkan disiplin dan kepercayaan diri yang dibangun melalui pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video bertajuk “Manifesto Sekolah Rakyat” yang memperlihatkan nilai, visi, dan semangat pendidikan berbasis keberpihakan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tayangan ini menjadi gambaran arah besar Sekolah Rakyat sebagai ruang pembentukan karakter, literasi, dan masa depan sosial yang lebih setara.

Nuansa emosional semakin terasa saat para siswa menampilkan pertunjukan teatrikal yang merefleksikan perjalanan hidup, tantangan, dan harapan mereka dalam meraih pendidikan. Di tengah pertunjukan, perwakilan siswa menyerahkan sebuah novel karya kolektif siswa Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo sebagai simbol lahirnya ruang kreativitas baru dalam sistem pendidikan nasional.

Momen lain yang menyita perhatian publik terjadi ketika empat siswa Sekolah Rakyat tampil menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akses, tetapi juga kualitas dan kompetensi global bagi peserta didiknya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, dan elemen masyarakat yang terlibat langsung dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Ia menilai program ini sebagai langkah berani dan terobosan penting dalam kebijakan pendidikan nasional.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, dari semua K/L, semua lembaga, semua elemen yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah, menurut saya ini langkah terobosan, langkah berani. Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini. Dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” ucap Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini telah berjalan sejak Juli tahun lalu dan kini menjadi salah satu pilar kebijakan sosial pemerintah.

Menurut data Kementerian Sosial, hingga awal 2026 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Total terdapat 15.954 siswa yang didampingi oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

Dengan cakupan nasional dan pendekatan berbasis keberlanjutan sosial, Sekolah Rakyat di Indonesia diproyeksikan menjadi fondasi baru pendidikan inklusif yang mampu membuka jalan mobilitas sosial dan memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.