JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat, menjaga daya beli, dan merangsang aktivitas ekonomi jelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026. Peluncuran dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).
Paket kebijakan itu dirancang untuk memudahkan perjalanan pulang kampung dengan biaya lebih terjangkau dan sekaligus memastikan alur kegiatan ekonomi tetap berjalan lancar.
Diskon Transportasi dan Mobilitas Masyarakat
Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif di sektor transportasi untuk periode tertentu sebelum Idulfitri: diskon 30% pada tiket kereta api (14–29 Maret) serta angkutan laut, dan diskon 17–18% pada penerbangan domestik kelas ekonomi. Selain itu, layanan penyeberangan menerima gratis biaya jasa pelabuhan hingga akhir Maret.
Kebijakan Kerja Fleksibel & Pengaturan Libur
Untuk mengurangi kepadatan perjalanan dan mendukung perencanaan kegiatan masyarakat, pemerintah memberlakukan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada tanggal-tanggal tertentu menjelang Idulfitri.
Bantuan Sosial & Daya Beli
Selain itu, stimulus mencakup bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk dua bulan sekaligus yang diberikan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1–4.
Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama pada kuartal pertama tahun ini ketika momentum konsumsi dan mobilitas masyarakat meningkat signifikan.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap biaya perjalanan dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid pada awal 2026 menjelang puncak arus mudik.






