Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Jawa Tengah, Transaksi Tembus Rp 833 Miliar

Pemprov Lampung dan Jawa Tengah menyepakati kerja sama strategis lintas sektor dengan nilai transaksi Rp 833 miliar.

Daerah1163 Dilihat

AKURATMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah strategis memperkuat sinergi antarwilayah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kerja sama lintas sektor bernilai ratusan miliar rupiah. Kolaborasi ini diproyeksikan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat konektivitas Jawa dan Sumatera.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Malam Ramah Tamah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antarpemerintah provinsi di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri pimpinan daerah, BUMD, serta asosiasi pengusaha dari kedua wilayah.

Dari agenda tersebut, tercatat nilai transaksi kerja sama yang menembus Rp 833 miliar. Angka ini mencerminkan kuatnya keterhubungan rantai pasok dan kebutuhan ekonomi yang saling melengkapi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah, terutama dalam sektor pangan, industri, dan perdagangan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menekankan bahwa relasi Lampung dan Jawa Tengah tidak hanya bersifat administratif, tetapi memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat sejak program transmigrasi puluhan tahun lalu. Akulturasi budaya yang terbangun disebut menjadi modal sosial penting dalam pembangunan daerah.

“Hubungan Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin sejak lama. Berdasarkan data BPS, sekitar 57% penduduk Lampung bersuku Jawa,sebagian besar dari Jawa Tengah,” ujar Gubernur Lampung.

Menurut Mirza, posisi strategis kedua provinsi membuka peluang besar bagi integrasi ekonomi domestik. Lampung berperan sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan kekuatan pada sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara itu, Jawa Tengah dinilai berhasil membangun ekosistem industri dan manufaktur yang stabil dan kompetitif.

“Saya jumpa Pak Menko Perekonomian, contoh industrinya: Jawa Tengah. Semua Menteri bilang, contoh Jawa Tengah. Investasi besar masuk, kawasan industrinya bagus, dukungan pemerintah bagus, semua variabel kenyamanan berinvestasi itu ada di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Kerja sama yang disepakati mencakup ketahanan pangan, pariwisata, penguatan UMKM, hingga pengembangan energi. Nilai transaksi Rp 833 miliar dipandang sebagai bukti konkret bahwa sinergi Jawa–Sumatera tidak lagi sebatas wacana, melainkan telah masuk tahap implementasi berbasis kebutuhan riil dunia usaha.

“Angka Rp 833 Miliar ini adalah yang terbesar. Kehadiran pelaku usaha, dunia swasta, dan BUMD menegaskan bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah dan dunia usaha saling bergerak seiring, saling mendukung, dan saling menguatkan,” tegas Gubernur Lampung.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai bahwa pembangunan daerah saat ini tidak bisa lagi bergantung pada APBD semata. Diperlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan sektor swasta serta kerja sama antardaerah untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita harus menumbuhkembangkan ekonomi baru. Tidak hanya ekspansi ke luar negeri, tetapi integrasi ekonomi domestik antar provinsi melalui skema Business to Business (B2B),” jelasnya.

Ia juga menekankan peran kepala daerah sebagai penggerak promosi daerah. Menurutnya, gubernur hingga bupati dan wali kota memiliki tanggung jawab moral sebagai “manajer pemasaran” yang aktif membuka peluang investasi dan memperkuat daya saing wilayah masing-masing.

Ahmad Luthfi menambahkan, keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan kolaborasi ini. Sinergi kebijakan yang telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan lintas wilayah.

Kesepakatan kerja sama yang ditandatangani mencakup 11 butir strategis, antara lain penguatan pendidikan vokasi SMK, fasilitasi industri dan perdagangan, pemanfaatan gas bumi dan energi baru terbarukan, peningkatan kapasitas sektor pertanian hingga perikanan, pengembangan wisata religi dan bahari Pahawang–Karimunjawa, perdagangan komoditas, suplai bahan baku tapioka, serta kemitraan rantai pasok gula, ubi, kopi, dan bawang.

Kolaborasi lintas sektor ini mempertegas peran Pemerintah Provinsi Lampung sebagai simpul strategis ekonomi Sumatera yang semakin terhubung erat dengan Jawa Tengah, membuka ruang pertumbuhan baru berbasis kerja sama nyata dan berkelanjutan.